Ibn Mujahid tidak membatasi jumlah qari, hal ini dapat dilihat dari karya-karya sesudahnya. Sebut saja kitab Al-Ghayah fi al-Qira’at al-‘Asyr karya Ibn Mahran (w. 381H) dan kitab Al-Tazdkirah karya Ibn Ghalbun (w. 399H). Selain al-qira’at al-sab’, kita kenal al-qira’at al-‘asyr. Siapa yang memasyhurkan qiraat 10? Jauh sebelum masa Ibn al-Jazari masyarakat sudah mengenal qiraat 10, tapi beliau lah yang mempunyai peranan yang sangat besar dalam hal ini. Bahkan dapat dikatakan bahwa masa Ibnu al-Jazari adalah puncak ilmu qiraat. Nama Lengkap: Abu al-Khair Muhammad bin Muhammad al-Dimasyqi yang lebih dikenal dengan Ibn al-Jazari, lahir di kota Damaskus pada tahun 751 H., dan wafat di Syiraz (termasuk wilayah Iran sekarang) pada tahun 833 H. Perjalanan thalabul ‘ilmi cukup luas, mulai dari daerah Syam, Hijaz, Mesir, dan wilayah Persia. Karya-karya Ibn al-Jazari cukup banyak. Di pesantren, misalnya, kita mengaji Nazham al-Muqaddimah al-Jazariyyah dalam ilmu tajwid. Untuk biografi para qurra’...
Terus Mengaji, Jangan malu dan Jangan gengsi